Konsep Keperawatan Komunitas

Paradigma Sehat

Paradigma sehat adalah cara pandang, pola piker, atau model pengembangan kesehatan yang bersifat  holistik, melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh banyak factor yang bersifat lintas sector, dan upaya lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan kesehatan, bukan hanya penyembuhan orang sakit atau pemulihan kesehatan. Secara makro, paradigm sehat berarti bahwa pembangunan semua sector harus memperhatikan dampaknya dibidang kesehatan, paling tidak harus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat.secara mikro, paradigma sehat berarti bahwa pengembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitative.

Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu factor yang sangat menentukan sumber daya manusia, disamping juga merupakan karunia Tuhan yang patut kita syukuri.Oleh karena itu, kesehatan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya serat dilindungi dari ancaman yang merupakannya.

Derajat kesehatan dipengaruhi oleh banyaknya factor, antara lain: 1) lingkungan, 2) perilaku, 3) pelayanan kesehatan, dan 4) keturunan. Faktor lingkungan dan perilaku sangat mempengaruhi derajat kesehatan. Termasuk lingkungan adalah : a) keadaan pemukiman, b) tempat kerja, c) sekolah, d) tempat umum, e) air, f) udara

Konsep Keperawatan Komunitas

Komunitas adalah sekelompok individu yang tinggal pada wilayah tertentu, memiliki nilai – nilai keyakinan dan minat yang relative sama, serta berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan ( Mubarak dan Cayatin 2009 : 2 ). Berikut juga dijelaskan menurut WHO tahu 2004 mendefinisikan komunitas sebagai suatu kelompok social yang ditentukan oleh batas – bataswilayah, nilai – nilai keyakinan dan minat yang sama serta ada rasa saling mengenal dan interaksi antara anggota masyarakat yang satu dan yang lainnya.

Keperawatan komunitas adalah suatu sintesis dari praktik keperawatan dan preaktik kesehatan masyarakat yang diterapkan untuk meningkatkan serta memelihara kesehatan penduduk. Keperawatan Komunitas mencakup perawatan kesehatan keluarga juga kesehatan kesejahteraan masyarakat luas, membantu masyarakat mengidentifikasi masalah kesehatannya sendiri, serta memecahkan masalah kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka sebelum mereka meminta batuan kepada orang lain.

Asuhan keperawatan komunitas adalah lapangan perawatan khusus yang merupakan gabungan keterampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guna meningkatkan kesehatan, penyempurnaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih bersar yang ditujukan kepada individu, keluarga yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan.

Keperawatan  kesehatan komunitas mendefinisikan keperawatan kesehatan komunitas sebagai tindakan untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan dari populasi dengan mengintegrasikan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan keperawatan dan kcsehatan masyarakat (American Nursing Assosiasion, 2014).

Definisi keperawatan kesehatan komunitas, yaitu sintesis dari ilmu kesehatan masyarakat dan teori keperawatan profesional yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan pada keseluruhan komunitas.menurut American Public Health Association (2014).

Keperawatan kesehatan komunitas adalah suatu upaya pelaksanan keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat dengan mengikutsertakan tim kesehatan lainnya dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi dari individu, keluarga dan masyarakat.

Keperawatan kesehatan masyarakat (perkesmas) adalah suatu bidang dalam keperawatan kesehatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat yang mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu. Pelayanan tersebut ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat sebagai suatu kesatuan yang utuh, melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal sehingga dapat mandiri dalam upaya kesehatannya.

Keperawatan Kesehatan Komunitas adalah pelayanan keperawatan  profesional yang ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi, dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan, dengan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan pelaksanaan dan evaluasi pelayanan keperawatan.

Keperawatan kesehatan masyarakat adalah suatu bidang keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat secara aktif dan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sebagai kesatuan yang utuh, melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal, sehingga mandiri dalam upaya kesehatan .

Pengembangan Kesehatan Masyarakat

Pengembangan kesehatan adalah sebagai pendekatan dalam pengorganisasian masyarakat yang mengkombinasikan konsep, tujuan, dan proses kesehatan masyarakat dan kepentingan masyarakat yaitu perawat spesialis komunitas mengidentifikasikan kebutuhan masyarakat, mengembangkan, mendekatkan dan mengevaluasi tujuan-tujuan pembangunan kesehatan melalui kemitraan dengan profesi terkait. Perawat spesialis komunitas tidak bisa terlepas dari individu, keluarga dan kelompok.Dalam upaya peningkatan perlindungan dan pemulihan masyarakat. Tujuan model pengembangan kesehatan masyarakat adalah agar individu dan kelompok masyarakat:

  1. Berperan aktif dalam proses keperawatan
  2. Perubahan perilaku
  3. Kemandirian masyarakat

Perawat spesialis komunitas perlu membangun dukungan kolaborasi dan koalisi sebagai suatu mekanisme peningkatan peran aktif masyarakat dalam perencanaan, pengawasan, dan evaluasi dan implementasi.

 

 

Model Kemitraan Keperwatan Komunitas dalam Pengembangan kesehatan Masyarakat.

Focus kegiatan promosi kesehatan adalah konsep pemberdayaan dan kemitraan. Konsep pemberdayaan yaitu proses pemberian kekuatan atau dorongan sehingga membentuk interaksi dengan masyarakat sedangkan kemitraan adalah kerjasama dua pihak atau lebih. Kemitraan yang dijalani memiliki prinsip bekerjasama dengan masyarakat, bukan bekerja untuk masyarakat.Perawat spesialis komunitas perlu membina kemitraan dengan pihak terkait seperti profesi kesehatan lain seperti puskesmas, donatur, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat dan lain-lain.

Ideologi Entereneurialisme Dalam Kemitraan Keperawatan Komunitas

Perawat spesialis komunitas dalam membina kemitraan dimasyarakat perlu memiliki ideologi kewirausahaan sebab tindakan dan kebijakan yang diambil selalu berkaitan dengan perubahan kehidupan masyarakat baik social, ekonomi, dan politik (William, korsehing, allen, 2014). Ideology kewirausahaan memiliki dua karakter:

  1. Prinsip ekonomi, perawat komunitas berupaya membela dan memperjuangkan hak-hak keadilan masyarakat dalam system pelayanan kesehatan (advocator).
  2. Prinsip penentuan nasib sendiri, perawat melaksanakan peraktek legal (mandiri/ kelompok) sesuai dengan PERMENKES No. 1239.2001.

Analisa Pemanfaatan Model Kemitraan Komunitas

Berdasarkan penjelasan model kemitraan keperawatan komunitas dalam pengembangan kesehatan komunitas, maka perlu dianalisis dari beberapa aspek yaitu:

  1. Keperawatan spesialis komunitas
  2. Dapat dikembangkan model praktek keperawatan komunitas yang trintegrasi antara praktik keperawatn dengan basis riset ilmiah.
  3. Mengenalkan model praktek keperawatan komunitas.
  4. Menigkatkan proses berfikir kritis dan pengorganisasian pengembangan kesehatan masyarakat.
  5. Meningkatkan jejaring dan kemitraan dengan masyarakat dan sector terkait.
  6. Meningkatkan legalitas praktek keperawatn spesialis komunitas.
  7. Mendorong praktik keperawatan komunitas yang professional
  8. System pendidikan keperawatan komunitas
  9. System pendidikan keperawatan spesialis komunitas yang professional dan aplikatif.
  10. Meningkatkan kepercayaan diri perawat pada umumnya dan perawat spesialis komunitas pada khususnya.
  11. Menunjukan peran baru perawat spesialis komunitas.
  12. Sejak awal mahasiswa komunitas dikanalkan dengan kegiatan intervensi keperawatan pada pengembangan kesehatan masyarakat, yaitu: kolaborasi, kemitraan, dan pengembangan jaringan kerja.
  13. Meningkatkan kesiapan mahasiswa pendidikan keperawatan spesialis komunitas dalam praktik keperawatan komunitas.
  14. Merumuskan bentuk pembelajaran keperawatan komunitas yang inovatif.

 

 

  1. Regulasi
  2. Mendorong para pengambil kebijakan dan elemen-elemen yang terkait lainnya untuk memberikan perhatian dan dukungan pada model praktik keperawatan komunitas.
  3. Mendorong pemerintah mengeluarkan regulasi yang dapat memberikan jaminan pada penyelenggaran praktik keperawatan komunitas yang profesional.
  4. Mendorong terbentuknya system monitoring dan evaluasi yang efisien dan efektif
  5. Sistem pelayanan kesehatan
  6. Memperkenalkan dan meningkatkan system praktik keperawatan komunitas sebagai subsistem kesehatan nasional.
  7. Meningkatkan jaringan kerja pelayanan kerja yang berbasis rumah sakit dan masyarakat.
  8. Meningkatkan jaringan kerja pelayanan keperawatan komunitas dengan elemen-elemen dalam masyarakat.
  9. Mengarahkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada paradigma sehat atau mengutamakan upaya prevemtif dan promotif.
  10. Mempercepat pencapaian Indonesia sehat 2010 melalui kabupaten/ kota sehat, kecamatan sehat dan desa sehat.
  11. Menuruinkan angka pelayanan dirumah sakit.
  12. Membentuk model praktik keperawatan komunitas bagi daerah-daerah lain di Indonesia.
  13. Meningkattkan system informasi masyarakat berbasis pelayanan keperawatan.
  14. Meningkatkan jaringan kerja dengan profesi keperwatan yang lainnya.
  15. Masyarakat
  16. Meningkatkan aksebilitas masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.
  17. Meningkatkan pelayanan pasca kesakitan (pasca hospitalisasi pada masyarakat).
  18. Meningkatkan peran serta aktif individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat dalam pengembangan keehatan masyarakat.
  19. Meningkatkan kapsistas, partisipasi, dan kepemimpinan anggota masyarakat dalam pengembangan kesehatan masyarakat.
  20. Meningkatkan kolaborasi, kemitraan dan jaringan kerja antar elemn masyarakat dalam pengembangan kesehatan masyarakat.
  21. Meningkatkan pengetahuan, kepercayaan dan.nilai-nilai masyarakat dalam hidup berprilaku sehat.
  22. Meningkatkan perilaku hidup bersihdan sehat masyarakat terutama upaya kesehatan mandiri yang bersifat preventif dan promotif.
  23. Menurunkan insiden penyakit menular berbasis masyarakat dan lingkungan

Implikasi Model Dan Pengembangan Kebijakan Keperawatan Komunitas dan Promosi Kesehatan

  1. Implikasi model pada pengembangan kebijakan keperawatan komunitas
  2. Dorong penyusunan undang-undang tentang profesi perawat.
  3. Disusun kode etik dan standar kompetensi perawat spesialis komunitas Indonesia.
  4. Disusun standar pelayanan praktek keperawatan komunitas.
  5. Disusun system keperawatan komunitas termasuk system pendidikan berkelanjutan.
  6. Dibentuk kolegia perawat spesialis komunitas untuk meningkatkan standar mutu pelayanan.
  7. Dibentuk suasana praktik keperawatan komunitas yang berbasis pada penelitian ilmiah.
  8. Menyusun integrasi antara system pendidikan perawat spesialis komunitas dengan praktik perawat spesialis komunitas
  9. Implikasi Model Pada Promosi Kesehatan
  10. Meningkatkan peran dan fungsi perawat spesialis komunitas sebagai coordinator, kolaborator, penghubung, advokad, penemu kasus, pemimpin, pemberi pelayanan perawatan, role model, pengelola kasus, referral resource, peneliti, community care agendan change agen.
  11. Memberikan pelayanan keperawatan berupa ASKEP/ kesehatan individu, keluarga, kelompok, masyarakat, dalam upya meningkatkan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit, pemulihan kesehatan serta pembinaan peran serta masyrakat dalam rangka kemandirian dibidang keperawatan/ kesehatan.
  12. Meningkatkan kolaborasi, kemitraan dan jaringan kerja perawat spesialis komunitas dengan masyarakat maupun elemen masyarakat terkait lainnya.
  13. Meningkatkan upaya preventif dan promotif disbanding upaya kuratif dan rehabilitative.
  14. Meningkatkan 3 upaya preventif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *