Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Maternitas

Keperawatan merupakan pelayanan kesehatan berdasarkan Ilmu & kiat dengan memberikan pelayanan professional yang meliputi kebutuhan Bio,Psiko, Sosio, Spiritual dan kultural bagi Individu, keluarga serta masyarakat yang encakup seluru tahap kehidupan.

Keperawatan Maternitas merupakan pelayanan keperawatan Profesional yang ditujukan pada wanita:

  1. Sistem reproduksi pada masa di luar kehamilan
  2. Masa Kehamilan
  3. Masa Persalinan
  4. Masa nifas sampai 6 minggu
  5. Bayi yang dilahirkan sampai 28 hari

Karakteristik pada Asuhan Keperawatan Maternitas yaitu :

  1. Keperawatan maternitas lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan wanita
  2. Kegiatan Asuhan keperawatan dilakukan melalui pendekatan keluarga.
  3. Kegiatan dalam keperawatan maternitas meliputi edukasi, membantu ibu hamil, bersalin, dan nifas serta bayi baru lahir
  4. Memberikan asuhan dengan menjalankan prinsip etik asuhan keperawatan
  5. Melakukan kerjasama dengan tim kesehatan lain untuk memenuhi luaran yang diharapkan dalam memberi asuhan keperawatan.

Falsafah keperawatan Maternitas

  1. Keperawatan Maternitas dipusatkan pada Individu, Keluarga & masyarakat dengan memberikan asuhan keperawatan yang holistic serta menghargai klien dan keluarganya. Klien, keluarga,masyarakat berhak mendapatkan perawatan yang sesuai.
  2. Setiap individu berhak lahir sehat dan optimal sesuai dengan cakupan asuhan keperawatan maternitas yaitu wanita hamil dengan bayi yang di kandungnya dan wanita pasca persalinan beserta bayinya.
  3. Pengalaman yang ada di masyarakat dimana Kehamilan, Persalinan, Gangguan kesehatan merupakan tugas perkembangan keluarga dan juga dapat menjadi krisis situasi.
  4. Yakin bahwa kehamilan dan persalinan adalah peristiwa yang normal, alamiah, partisipasi aktif. Peran keluarga dibutuhkan untuk kepentingan kesehatan ibu dan bayi.
  5. Awal kehamilan awal merupakan bentuk interaksi keluarga. Maka pelayanan pelayanan keperawatan kesehatan maternitas akan mendorong interaksi yang positif antara orang tua, bayi dan keluarga lainya dengan menggunakan sumber-sumber yang ada dalam keluarga
  6. Sikap,nilai,dan perilaku sehat setiap individu dipengaruhi latar belakang budaya, agama, dan kepercayaan. Sehingga ibu serta bayi yang dilahirkan akan dipengaruhi oleh budaya yang diwarisi.
  7. Keperawatan maternitas berfungsi sebagai advokat atau pembela untuk melindungi hak klien. Termasuk janin yang dikandungnya.
  8. Mempromosikan kesehatan merupakan merupakan tugas penting bagi keperawatan maternitas. Sebab hal ini melindungi kesehatan generasi penerus bagi individu.
  9. Keperawatan maternitas memberi tantangan pada peran perawat. Dan ini merupakan faktor utama dalam mempromosikan derajat kesehatan keluarga setinggi mungkin.
  10. Yakin bahwa penelitian keperawatan dapat menambah pengetahuan dalam meningkatkan mutu pelayanan maternitas.

Tujuan Keperawatan Maternitas

  • Membantu wanita subur dan keluarganya dalam mengatasi masalah reproduksi
  • Membantu calon ibu untuk melihat bahwa kehamilan dan persalinan sebagai proses normal
  • Memberi dukungan
  • Memberi informasi
  • Memaham keadaan sosial ekonomi calon ibu
  • Membantu mendeteksi kesehatan ibu dan janin sejak dini
  • Melindungi dan membela hak klien

Pendekatan pelayanan dalam keperawatan maternitas yaitu:

  1. Holistik
  2. Penghargaan terhadap pasien
  3. Peningkatan kemampuan pasien Kemandirian
  4. Pemanfaatan dan peningkatan sumber daya yang diperlukan
  5. Proses keperawatan
  6. Berpusat pada keluarga= FCMC (Family Centered Maternity Care)
  7. Caring dengan prinsip :
  • Siap dengan klien
  • Menghargai sistem nilai
  • Memenuhi kebutuhan dasar klien
  • Penyuluhan/konseling kesehatan.

Model Konsep FCMC (Family Centered Maternity Care):

  1. Melaksanakan kelas untuk pendidikan prenatal orang tua.
  2. Mengikut serta keluarga dalam perawatan kehamilan, persalinan, dan nifas.
  3. Mengikutsertakan keluarga dalam operasi.
  4. Mengatur kamar bersalin sepeti suasana rumah.
  5. Menetapkan peraturan yang flexibel.
  6. Menjalankan sistem kunjungan tidak ketat.
  7. Mengadakan kontrak dini bayi dan orang tua.
  8. Menjalankan rooming-in (Ruang rawat gabung untuk ibu hamil).
  9. Mengikut sertakan anak-anak dalam proses perawatan.
  10. Melibatkan keluarga dalam perawatan NICU.
  11. Pemulangan secepat mungkin dengan diikuti Follow-up.

Sedangkan pada Tradisional Care:

  1. Memisahkan ibu dari keluarga selama proses persalinan.
  2. Memindahkan klien: dari ruang penerimaan ke ruang persalinan.
  3. Melarang ibu beraktifitas selama proses persalinan.
  4. Melakukan tindakan rutin: episitomi, obat-obatan.
  5. Tidak ada keluarga ikut dalam proses persalinan & operasi.
  6. Kontak orang tua & anak kurang.
  7. Pemberian susu bayi dibatasi.
  8. Waktu berkunjung dibatasi.
  9. Rooming-in dibatasi.
  10. Tidak ada Follow-up ke rumah.
  11. Kontrol postpartum rutin pada hari minggu ke enam.

 

Pelayanan keperawatan maternitas dilaksanakan di:

  • Rumah sakit
  • Rumah bersalin
  • Puskesmas

 

Masalah utama dalam keperawatan Maternitas meliputi

  • Angka kematian ibu (AKI)
  • Angka Kematian Perinatal(AKP)
  • Faktor yang mempengaruhi:
  • Kepedulian terhadap wanita
  • Pelayanan kesehatan
  • Sistem Rujukan
  • Status sosial,ekonomi, pendidikan, budaya

 

 

Peran perawat dalam asuhan keperawatan maternitas :

  1. Sebagai pelaksana keperawatan (caregiver)
  2. Sebagai pendidik (teacher)
  3. Sebagai comunicator
  4. Sebagai penasehat (counselor)
  5. Sebagai inovator
  6. Sebagai pembela (advocate)

Ini semua peranan atau tingkah laku perawatan yang diharapkan dan dinilai oleh masyarakat dalam memberikan pelayanan ibu dan bayi baru lahir

Lingkup peran maternitas diantaranya :

  1. Membantu klien memperoleh kembali kesehatanya
  2. Membantu yang sehat memelihara kesehatanya
  3. Membantu yang tidak disembuhkan untuk mencegah masalah lebih lanjut
  4. Membantu yang menghadapi ajal untuk diperlakukan secara manusiawi

Kegiatan dalam keperawatan maternitas meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative.

Trend  Keperawatan Maternitas

  • Sosial Trent yang terdiri dari beberapa factor yaitu:
  1. Perubahan struktur keluarga
  2. Bertambanya wanita2 bekerja
  3. Peran wanita dalam pelayanan kesehatan masyarakat
  4. Pola hidup dan bertambanya biaya kesehatan masyarakat
  • Faktor resiko sosial terkait dengan reproduksi
  • Faktor resiko Sosiodemografi
  1. umur ibu, kehamilan usia lanjut dan kehamilan remaja
  2. pendidikan ibu, pengaru psikologi dan pengaru sikap dan prilaku
  • Faktor resiko sosioekonomi
  1. Pendapatan, status nutrisi, biaya kesehatan yang tinggi
  2. Ketegangan
  3. Perceraian,penyakit, kematian, kehilangan pekerjaan, bantuan sosial kurang

Masalah etik dalam keperawatan maternitas

Masalah etik ringan:

  • Membicarakan rahasia klien
  • Membentak klien yang gelisah menahan sakit
  • Menolong klien partus tanpa tabir

 

Masalah Etik Komplek

  • Abortus
  • Amniosintesis
  • Menolak melakukan SC karena alasan biaya

Penerapan etik keperawatan

  1. Terhadap individu

– Menghormati kepercayaan individu

– Menghormati nilai & adat kebiasaan individu

– Memegang teguh kerahasiaan informasi individu

  1. Terhadap praktik keperawatan

– Bertanggung jawab melaksanakan tugas

– wajib memelihara standar keperawatan

– Mempertimbangkan kemampuan individu dalam melimpahkan tanggung jawab

  1. Terhadap profesi

– Membantu perkembangan profesi

– Berperan serta dalam memperbaiki standar keperawatan

– Menciptakan & membina kondisi kerja yang adil

  1. Terhadap profasi lain. Mampu berkerja sama & membina hubungan baik

Issu etik dalam keperawatan anak & maternitas

  • Penyimpangan dalam praktik keperawatan
  • Kelalaian Malpraktik
  • Tidak acuh, tidak peduli Kelalaian yang di sengaja
  • Tidak diperhatikan dilakukan untuk tujuan
  • kepentingan orang lain tertentu

Pemecahan masalah etik

  1. Pengenalan masalah etik
  2. Kumpulkan data & informasi yang faktual & relevan
  3. Kejelasan siapa saja yang terlibat
  4. Membicarakan konsep pemecahan masalah dalam tim
  5. Mengevaluasi konsep pemecahan masalah
  6. Pilih alternatif keputusan yang terbaik
  7. Melakukan tindakan sesuai alternatif

 

Dasar hukum pelayanan keperawatan terdapat pada Undang-undang RI No. 23 th tentang kesehatan adalah: “Setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau ketrampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan”.

Peraturan pemerintah No

Peraturan pemerintah No. 32 th 1996 tentang tenaga kesehatan Bab II pasal 2 ayat I

Tenaga kesehatan terdiri dari:

– Tenaga medis

– Tenaga perawatan ( perawat & bidan)

– Tenaga kefarmasian

Dasar hokum penerapan praktik keperawatan

  1. KEPMENKES RI NO. 647 TH. 2000

Tentang regisrasi & praktik perawat

KEPMENKES RI NO TH 2001

Tentang registrasi & praktik perawat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *