Guided Imagery Sebagai Terapi Relaksasi Imajinasi

Guided Imagery Sebagai Terapi Relaksasi Imajinasi – Guided imagery adalah teknik relaksasi yang menggunakan imajinasi seseorang mencapai efek positif tertentu. Teknik ini dimulai dengan proses relaksasi pada umumnya yaitu meminta kepada klien untuk perlahan –lahan menutup matanya dan fokus pada nafas mereka, klien didorong untuk relaksasi mengosongkan pikiran dan memahami pikiran dengan bayangan untuk membuat damai dan tenan. Guided imagery adalah suatu teknik yang menggunakan imajinasi individu dengan imajinasi terarah untuk mengurangi stres. Guided imagery dapat digunakan dalam berbagai keadaan antara lain mengurangi stres dan rasa nyeri, kesulitan tidur, elergi atau asma, pusing, migren, hipertensi, dan keadaan lain.

Tujuan guided imagery

Guided imagery atau imajinasi terbimbing merupakan penciptaan kesan dalam pikiran klien, dan dapat berkonsentrasi pada kesan tersebut sehingga secara bertahap dapat menurunkan persepsi terhadap nyeri. Sehingga memiliki tujuan:

  1. Mengurangi rasa nyeri yang dialami
  2. Memberikan rasa aman dan nyaman.
  3. Mengurangi stres dan meningkakan perasaan tenang.
  4. Dapat mempercepat penyembuhan yang efektif

Manfaat Guided Imagery

Banyak sekali manfaat yang kita dapat dari menerapkan prosedur guided
imagery
, berikut ini manfat dari guided imagery  :

  1. Mengurangi stres dan kecemasan
  2. Mengurangi nyeri.
  3. Mengurangi sakit kepala
  4. Mengurangi tekanan darah tinggi
  5. Mengurangi biaya rumah sakit Mengurangi alergi dan gejala gangguan
    pernafasan.
  6. Meningkatkan penyembuhan

Teknik guided imagery

  1. Guided Walking Imagery

Pada teknik ini klien dianjurkan untuk mengimajinasikan pemandangan standar seperti padang rumput, peguungan, pantai dll..

  1. Autogenik Abstraction

Dalam teknik ini klien diminta untuk memilih sebuah perilaku negatif yang ada dalam pikrannya kemudian klien mengungkapkan secara verbal tanpa batasan. Bila berhasil akan tampak perubahan dalam hal emosional dan raut muka klien.

  1. Covert Sensitization

Teknik ini bersandar pada paradigma reinforcement yang menyimpulkan bahwa proses imajinasi dapat dimodifikasi berdasarkan pada prinsip yang sama dalam modifikasi perilaku.

  1. Covert Behaviour Rehearsel

Teknik ini mengajak seseorang untuk mengimajinasikan perilaku koping yang dia inginkan. Teknik ini lebih banyak diguanakan.

Prosedur Pelaksanaan Guided Imagery

Terapi guided imagery dalam aplikasinya terhadap pasien memiliki
prosedur yang berbeda-beda. Tetapi pada intinya, terapi ini diberikan kepada pasien untuk meningkatkan relaksasi. Keadaan rileks ini akan mengurangi keadaan patologis fisik maupun mental pada pasien.Terapi guided imagery dalam aplikasinya terhadap pasien memiliki prosedur yang berbeda-beda.

Tetapi pada intinya, terapi ini diberikan kepada pasien untuk meningkatkan relaksasi. Keadaan rileks ini akan mengurangi keadaan patologis fisik maupun mental pada pasien. Guided imagery yang diberikan pada pasien harus didukung oleh keadaan intern dan ekstern. Keadaan yang intern yang mendukung lancarnya proses terapi ini adalah salah satunya pasien harus kooperatif dengan perawat, tidak mengalami gangguan pendengaran, dan mudah berkonsentrasi. Keadaan ekstern yang mendukung imajinasi terpimpin adalah lingkungan yang tenang, nyaman sehingga akan meningkatkan konsentrasi pada saat terapi berlangsung.

Berikut ini adalah standar operasional prosedur dari pelaksanaan guided imagery:

  1. Bina hubungan saling percaya
  2. Jelaskan prosedur, tujuan, posisi, waktu dan peran perawat
  3. Anjurkan klien mencari posisi yang nyaman menurut klien.
  4. Duduk dengan klien tetapi tidak mengganggu.
  5. Lakukan bimbingan dengan baik terhadap klien
  6. Minta klien untuk memikirkan hal-hal yang menyenangkan atau pengalaman yang membantu pengguanaan semua indra dengan suara yang lembut
  7. Ketika klien rileks, klien perlu berfokus pada bayangan dan saat itu perawat tidak perlu bicara lagi
  8. Jika klien menunjukkan tanda-tanda gelisah, atau tidak nyaman perawat harus menghentikan latihan dan memulainya lagi ketika klien telah siap.
  9. Relaksasi akan mengenai seluruh tubuh. Setelah 15 menit klien dan daerah ini akan digantikan dengan relaksasi. Biasanya klien rileks setelah menutup matanya atau mendengarkan musik yang lembut sebagai background yang membantu.
  10. Catat hal-hal yang digambarkan oleh klien dalam pikiran untuk diguanakan pada latihan selanjutnya dengan mengguanakan informasi spesifik yang diberikan klien dan tidak membuat perubahan pernyataan klien.

Prosedur menurut (Berman, 2009):

  1. Anjurkan klien mengenakan pakaian yang longgar
  2. Tidur dengan posisi yang nyaman.
  3. Anjurkan klien untuk menutup mata dengan lembut.
  4. Minta klien menarik napas dalam dan perlahan untuk menimbulkan
  5. Minta klien untuk menggunakan seluruh panca indranya dalam menjelaskan bayangan dan lingkungan bayangan tersebut.
  6. Mulailah membayangkan tempat yang menyenangkan dan dapat
  7. Minta klien untuk menjelaskan perasaan fisik dan emosional yang ditimbulkan oleh bayangannya, dan bantu klien untuk mengekplorasi respons terhadap bayangannya.
  8. Ulangi 10 sampai 15 menit sampai Anda tertidur.
  9. Ciptakan lingkungan yang sunyi dan bebas dari gangguan.

Pelaksanaan guided imagery

Pada pemasangan infus Pemasangan infus pada anak merupakan tantangan yang unik bagi perawat yang bertanggung jawab memberikan asuhan keperawatan di ruang anak. Guided imagery adalah metode relaksasi untuk mengkhayal tempat dan kejadian berhubungan dengan rasa relaksasi yang menyenangkan. Khayalan tersebut memungkinkan klien memasuki keadaan atau pengalaman relaksasi. Guided imagery mempunyai elemen yang secara umum sama dengan relaksasi, yaitu sama-sama membawaklien ke arah relaksasi Guided imagery menekankan bahwa klien membayangkan hal-hal nyaman dan menenangkan dan tidak dapat memusatkan perhatian pada banyak hal dalam satu waktu oleh karena itu klien harus membayangkan satu imajinasi yang sangat kuat dan menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *