Manfaat Relaksasi Autogenik Bagi Kesehatan Tubuh

Manfaat Relaksasi Autogenik Bagi Kesehatan Tubuh

  1. Pengertian Teknik Relaksasi Autogenik

Relaksasi merupakan suatu keadaan dimana seseorang merasakan bebas mental dan fisik dari ketegangan dan stres. Teknik relaksasi bertujuan agar individu dapat mengontrol diri ketika terjadi rasa ketegangan dan stres yang membuat individu merasa dalam kondisi yang tidak nyaman (Potter & Perry, 2005 dalam Carunia 2015 ). Relaksasi psikologis yang mendalam memiliki manfaat bagi kesehatan yang memungkinkan tubuh menyalurkan energi untuk perbaikan dan pemulihan, serta memberikan kelonggaran bagi ketegangan akibat pola-pola kebiasaan (Goldbert, 2007 dalam Carunia 2015).

Autogenik memiliki makna pengaturan sendiri. Autogenik merupakan salah satu contoh dari teknik relaksasi yang berdasarkan konsentrasi pasif dengan menggunakan persepsi tubuh (misalnya, tangan merasa hangat dan berat) yang difasilitasi oleh sugesti diri sendiri (Stetter, 2002 dalam Carunia 2015). Menurut Aryanti (2007) dalam Pratiwi (2012), relaksasi autogenik merupakan relaksasi yang bersumber dari diri sendiri dengan menggunakan kata-kata atau kalimat pendek yang bisa membuat pikiran menjadi tenang.

Widyastuti (2004) dalam Pratiwi (2012) menambahkan bahwa relaksasi autogenik membantu individu untuk dapat mengendalikan beberapa fungsi tubuh seperti tekanan darah, frekuensi jantung dan aliran darah. Luthe (1969) dalam Kang et al(2009) mendefinisikan relaksasi autogenik sebagai teknik atau usaha yang disengaja diarahkan pada kehidupan individu baik psikologis maupun somatik menyebabkan perubahan dalam kesadaran melalui autosugesti sehingga tercapailah keadaan rileks.

  1. Manfaat Teknik Relaksasi Autogenik

Menurut Varvogli (2011) manfaat dari relaksasi autogenik adalah:

  1. Mempenagruhi fungsi tubuh sehingga dapat mengalirkan hormon-hormonnya dengan baik ke seluruh tubuh dan diduga latihan ini akan menurunkan kebutuhan akan terapi
  2. Relaksasi autogenik akan memberikan hasil setelah dilakukan selama 15 menit, dan bisa dilakukan 3x dalam seminggu.
  3. Membantu keseimbangan untuk memperbaiki keseimbangan antara organ tubuh dan sirkulasi.
  4. Menstimulasi pancreas dan hati untuk dapat menjaga gula darah dalam batas normal
  5. Menstimulasi sistem syaraf parasimpatis yang membuat otak memerintahkan pengaturan rennin angiotensin pada ginjal sehingga membantu menjaga tekanan darah dalam batas normal.
  6. Menjaga organ-organ yang terluka, artinya dengan relaksasi autogenik yang teratur maka akan menjaga pasien dari situasi-situasi yang cepat berubah sehingga stresor terkurangi dan relaksasi terjadi. Relaksasi ini baik dilakukan oleh individu yang memiliki ketegangan otot, individu dengan dengan stress atau kecemasan tinggi yang membawa dampak pada terganggunya peredaran darah (Smletzer & Bare, 2009).
  7. Indikasi dan Kontra Indikasi Dilakukannya Teknik Relaksasi Autogenik

Menurut Varvogli (2011) indikasi dan kontra indikasi relaksasi autogenik adalah:

  1. Indikasi
  • Seseorang yang mengalami ketegangan otot (Nyeri Akut)
  • Seseorang yang mengalami stress
  • Seseorang yang mengalami cemas
  • Seseorang yang menderita Hipertensi
  • Seseorang yang mengalami Diabetes Mellitus
  1. Kontra Indikasi

Tidak dianjurkan bagi seseorang yang mengalami masalah mental dan emosional yang berat

  1. Tahapan Teknik Relaksasi Autogenik

Menurut Mustamir Pedak (2015) Langkah-Langkah untuk melakukan Teknik Relaksasi Autogenik adalah sebagai berikut:

  1. Persiapan Lingkungan dan Pasien
  • Ruangan yang nyaman dan tenang
  • Pasien yang memenuhi dalam salah satu indikasi untuk dilakukannya relaksasi autogenik
    1. Langkah-Langkah Teknik Relaksasi Autogenik
  • Posisi tidur atau duduk
  • Kedua tangan disamping tubuh
  • Latihan diawali dengan menarik nafas dalam dengan cara, memejamkan mata dan bernafas dengan pelan (menarik nafas melalui hidung lalu keluarkan lewat mulut) lakukan sebanyak 3-5x
  • Setelah nafas dalam, maka dilanjutkan untuk masuk ke fase relaksasi autogenik:
  1. Merasakan berat: fokuskan perhatian pada lengan dan bayangkan kedua tangan terasa berat. Selanjutnya secara perlahan bayangkan kedua lengan terasa kendur, ringan hingga sangat ringan sekali sambil mengatakan “ aku merasa damai dan tenang sepenuhnya”. Lakukan hal yang sama pada bahu, punggung, leher dan kaki.
  2. Merasakan kehangatan: bayangkan darah mengalir keseluruh tubuh dan rasakan hangatnya aliran darah, seperti merasakan minuman yang hangat, sambil mengatakan dalam diri “ aku merasakan tenang dan hangat”.
  3. Merasakan denyut jantung: tempelkan tangan kanan ke dada kiri dan tangan kiri pada perut, bayangkan dan rasakan jantung berdenyut dengan teratur dan tenang sambil katakana dalam diri “ jantungku berdenyut teratur dan tenang” ulangi sampai 6x
  4. Latihan pernafasan: posisi kedua tangan tidak berubah, katakana dalam diri “nafasku longgar dan tenang”, “aku merasa damai dan tenang” ulangi sampai 6x.
  5. Latihan abdomen: posisi kedua tangan tidak berubah, rasakan pembuluh darah dalam perut mengalir dengan teratur dan terasa hangat. Katakan dalam diri “ darah yang mengalir dalam perut terasa hangat”, “aku merasa damai dan tenang” ulangi sampai 6x
  6. Latihan kepala: kedua tangan kembali pada posisi awal, katakan dalam hati “kepalaku benar-benar merasa dingin”, “aku merasa damai dan tenang” ulangi sampai 6x
  7. Indikator Pencapaian Relaksasi Autogenik
  8. Respon Verbal:
  • Klien mengatakan rileks
  • Klien mengatakan ketegangan berkurang
  • Klien mengatakan sudah merasa nyaman
  1. Respon non Verbal:
  • Klien tampak tenang
  • Ekspresi wajah klien tampak tegang
  • Klien dapat melanjutkan pekerjaan kembali
  • Tanda-tanda vital:tensi,nadi dalam batas normal
  1. Akhir Latihan

Mengakhiri latihan relaksasi autogenik dengan mengepalkan kedua tangan bersamaan serta lakukan nafas dalam lalu buang nafas secara pelan-pelan sambil membuka mata.

  1. Pengaruh Teknik Relaksasi Autogenik Bagi Tubuh

Dalam relaksasi autogenik, hal yang menjadi anjuran pokok adalah penyerahan pada diri sendiri sehingga memungkinkan berbagai daerah di dalam tubuh (lengan, tangan, tungkai dan kaki) menjadi hangat dan berat. Sensasi hangat dan berat ini disebabkan oleh peralihan aliran darah (dari pusat tubuh ke daerah tubuh yang diinginkan), yang bertindak seperti pesan internal, menyejukkan dan merelaksasikan otot-otot di sekitarnya (Widyastuti, 2004 dalam Pratiwi 2012).

Relaksasi autogenik akan membantu tubuh untuk membawa perintah melalui autosugesti untuk rileks sehingga dapat mengendalikan pernafasan, tekanan darah, denyut jantung serta suhu tubuh. Imajinasi visual dan mantra-mantra verbal yang membuat tubuh merasa hangat, berat dan santai merupakan standar latihan relaksasi autogenik (Varvogli, 2011).

Sensasi tenang, ringan dan hangat yang menyebar ke seluruh tubuh merupakan efek yang bisa dirasakan dari relaksasi autogenik. Tubuh merasakan kehangatan, merupakan akibat dari arteri perifer yang mengalami vasodilatasi, sedangkan ketegangan otot tubuh yang menurun mengakibatkan munculnya sensasi ringan. Perubahan perubahan yang terjadi selama maupun setelah relaksasi mempengaruhi kerja saraf otonom. Respon emosi dan efek menenangkan yang ditimbulkan oleh relaksasi ini mengubah fisiologi dominan simpatis menjadi dominan sistem parasimpatis (Varvogli, 2011).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *